Hello good people…selamat pagi, siang, sore atau malam kali ini gue jalan-jalan ke salah satu
destinasi tempat bersejarah di ibukota Jakarta yaitu Museum Fatahillah, Nah
museum fatahillah ini terletak di Jalan taman fatahillah No.1 Pinangsia, taman
sari, Jakarta barat. Museum fatahillah di buka dari jam 9 pagi hingga jam 3
sore.
Nah dulu nih sebelum bernama museum fatahillah, awalnya adalah balai kota (stadhuis) yang di resmikan oleh gubernur belanda yaitu jendral Abraham van riebeck pada tahun 1710. Pembangunan gedung ini sendiri dimulai pada tahun 1620 oleh gubernur jendral Jan Pieterzoon Coen. Gedung ini sempat beberapa kali mengalami peralihan fungsi antara lain sebagai kantor pemerintahan provinsi jawa barat pada tahun 1925-1942, kantor pengumpulan logistik dai Nippon pada tahun 1942-1945, Markas komando militer Jakarta barat pada tahun 1952-1968, baru pada tahun 1968 gedung secara resmi diserahkan kepada pemda DKI Jakarta pada 1968 dan diresmikan sebagai museum Jakarta oleh gubernur DKI Jakarta, Ali sadikin.
Nah dulu nih sebelum bernama museum fatahillah, awalnya adalah balai kota (stadhuis) yang di resmikan oleh gubernur belanda yaitu jendral Abraham van riebeck pada tahun 1710. Pembangunan gedung ini sendiri dimulai pada tahun 1620 oleh gubernur jendral Jan Pieterzoon Coen. Gedung ini sempat beberapa kali mengalami peralihan fungsi antara lain sebagai kantor pemerintahan provinsi jawa barat pada tahun 1925-1942, kantor pengumpulan logistik dai Nippon pada tahun 1942-1945, Markas komando militer Jakarta barat pada tahun 1952-1968, baru pada tahun 1968 gedung secara resmi diserahkan kepada pemda DKI Jakarta pada 1968 dan diresmikan sebagai museum Jakarta oleh gubernur DKI Jakarta, Ali sadikin.
Di dalam museum
fatahillah menyimpan 23.500 koleksi barang bersejarah, baik dalam bentuk benda
asli maupun replika, barang bersejarah tersebut zaman penjajahan belanda sampai
zaman penjajah jepang. Koleksi yang di pamerkan dalam beberapa ruangan.
Di sekitar kawasan
kompleks museum fatahillah juga terdapat hiburan diantaranya manusia patung, penyewaan
sepeda untuk berkeliling kawasan kota tua dan sejumlah badut penghibur untuk
berfoto foto, selain hiburan terdapat pedagang di sekitaran museum fatahillah
dan kawasan kota tua Jakarta.
Harapan gue kedepan
sih… gue kepengen museum di fathillah lebih eksotik dari segi interior
ruangannya dan halaman belakang fatahillah lebih bagus.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar