Selasa, 12 Desember 2017
Batas
Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok
batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,
bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat dimana pernah ada kita.
Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta.
Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata.
Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang.
Seperti penjahat dan kebaikan di halang uang dan undang-undang.
Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya.
Atau senyummu, dinding diantara aku dan ketidakwarasan.
Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.
Apa kabar hari ini ? lihat tanda tanya itu.
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar